Tentang Persaingan


Pagi hari saluran radio telepon genggam dihidupkan.
Headset dipasang di telinga sambil lalu berjalan.
Salah satu kanal dipilih, terdengar sambungan dialog diperdengarkan. Arvan Pradiansyah narasumbernya.

Tema hari itu menarik kudengar, tentang persaingan.
Aku pribadi sebenarnya bukan orang yang senang dengan kompetisi, tidak nyaman berada di zona yang mengharuskanku untuk melihat hasil menang kalah, melihat kawan menjadi lawan lalu berjarak. Dulu pemikiranku begitu.

Lalu pagi itu dibuka dengan dialog yang kurang lebih kutangkap begini..

Competition-660x280

Persaingan itu mekanisme tuhan untuk menciptakan keseimbangan, keteraturan agar setiap orang berusaha memperbaiki diri, all out, menjadi lebih baik dari hari ke hari.

Bayangkan bila di dunia ini hanya ada satu produsen yang memonopoli di satu pasar, maka yang terjadi adalah harga yang tinggi, tidak ada inovasi/kreasi karena hanya dia satu-satunya produsen yang menguasai pasar. Konsumen tidak diberi pilihan lain.
Jika ada persaingan, maka produsen-produsen akan berusaha untuk melakukan inovasi, menghasilkan produk yang lebih baik, dengan harga yang lebih kompetitif. Sehingga pada akhirnya konsumen akan memiliki banyak pilihan.
Dengan adanya mekanisme persaingan maka akan timbul keseimbangan.

Tuhan menciptakan dunia ini luas, cukup untuk semuanya.
Sedangkan manusia terlahir unik, jadi kita tidak perlu takut disamakan. Takut dengan persaingan.
Yang perlu kita lakukan adalah menggali keunikan kita untuk menghadapi persaingan.

Kerangka berpikir yang harus kita pahami adalah bahwa pesaing bukanlah musuh tetapi menjadi tolak ukur kita untuk perbaiki diri.
Perlakukan kompetitor sebagai benchmark dan guru kita.

Persaingan itu jangan memikirkan merebut posisi untuk kepentingan pribadi tetapi memikirkan untuk kebaikan bersama.
Bersaing bukan untuk ego sendiri tetapi untuk all out memberikan yang terbaik.

Kalau kita adalah satu-satunya orang terpintar dalam satu kelompok, maka kita dalam masalah.
Karena kita merasa paling pintar, maka kita akan stagnan dan tidak ada tolak ukur untuk perbaikan.

Adapun esensi kompetensi itu adalah melawan diri kita yang kemarin.

(Esensi persaingan itu adalah melawan diri kita yang kemarin.)

Iklan

5 pemikiran pada “Tentang Persaingan

  1. Ewi, bagus bangeeeettt tulisannya. Suka >.<
    Aku jadi keinget film Snowpiercer, film Korea tapi gayanya Hollywood banget. Ewi harus nonton deh, isinya sama dengan tulisan Ewi ini. Genre-nya Action tapi pesan sosialnya bagus :")

    Disukai oleh 1 orang

    1. hhi, eme, maacih 😀
      tapi nulisnya mungkin masih berantakan jd gk detail, hhe
      sbnernya lebih seru denger langsung pas narsum nya on air me, bagus deh 🙂
      aku dengerin tiap pagi sambil jalan ke kantor 😛 namanya sonora network me, dengerin yak kalo sempet #recomennyamaksa hhi

      Suka

      1. namanya sonora network me, ada jam-jam tertentu jaringannya gabung ke jaringan nasional sonora network, sisanya balik ke jaringan lokal, misal kalo di aku balik jadi sonora lampung.
        kalo gt me perlu ganti headset baru nih hhe

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s