Don’t Abolish Our Voice


“Bahagia”

Bahagia.
Satu hal simpel yang diinginkan manusia di dunia ini.
Lalu diterjemahkan dengan beragam cara untuk mendapatkannya.

 

Mereka, para pembuat kebijakan juga begitu.
Pada intinya ingin bahagia menurut definisi mereka.
Cuma “bahagia”nya masih ada yang “bahagia” egois, untuk kepentingan kelompok mereka sendiri.
Mengamankan diri di zona aman.

 

Kami rakyat memang belum semuanya sepenuhnya terdidik untuk menghindari politik uang saat memilih para wakil kita untuk diberi amanah.

Percaya atau tidak, disebut wakil rakyat tapi kami sejujurnya tidak benar-benar mengenal siapa yang akan mewakili kami, itu kelemahan kami.

Tapi jangan matikan suara kami yang sedang berproses belajar untuk memilih pemimpin dan wakil kami dengan lebih bijak.

 

Tapi entahlah, rakyat juga masih menerka-nerka,
kebijakan apa yang sedang dirumus para pembuat kebijakan disana.
Apakah benar semata-mata untuk memperjuangkan kami rakyatnya,
atau untuk memperjuangkan ”bahagia” menurut definisi mereka sendiri?

“Bahagia”nya wakil rakyat yang kami kenal adalah “bahagia”nya saat mereka memperjuangkan amanah yang diberikan untuk seutuh-utuhnya “kebahagian rakyat” (dilindungi, didengar, diayomi, dijamin kehidupan yang layak).

Sedangkan “bahagia”nya wakil rakyat yang celakanya tidak kami kenal adalah “bahagia”nya yang egois, “bahagia” untuk mengamankan zona aman mereka sendiri.

(Source : www.dpr.go.id)
           (Source : http://www.dpr.go.id)

 

(Bukankah bahagia itu lebih indah jika berbagi dan tidak dinikmati sendiri?
Seperti sepotong biskuit yang lebih nikmat saat dinikmati bersama-sama)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s