Analogi Rumah & Gadis


Disamping jalan ini,

suhu terasa memanas dibalut debu asap knalpot..

Di balik kaca jendela,

terlihat padatnya manusia di dalam kapsul-kapsul berpendingin yang terisi satu dua.

Sisa secuil jalan diselipi kuda besi dimana-mana,

antri tumpah ruah.

 

 

Jenuh mataku melihat pemandangan ini,

tidakkah mereka merasakannya juga?

Tidakkah kita merasa aneh,

saban hari kita mengepung kota ini dengan berbagai aksesori modernitas..

Sepi  rasanya,

sepi dengan udara sejuk dan pemandangan yang meneduhkan mata..

images (9)

Jika dianalogikan bumi kita itu adalah rumah..

Jika saja dia bisa bicara, mungkin dia juga ingin bersuara..

Kenapa rumah ini kita hias secara berlebihan..

Tambal, sulam, poles, gali, palu..

Letakkan dan isi semua barang-barang dan pernak-pernik penuh sesak..

 

 

Mungkin udara sejukpun enggan berlalu disini..

Mungkin kicau burungpun tak terdengar lagi..

Karena tempat bertenggernyapun telah terganti..

 

 

Jika dianalogikan sebagai gadis lugu..

Yang senyum lepasnya saja sudah meneduhkan mata..

Lalu kita bentuk dia..

Lipstik, bedak tebal, pensil alis, pewarna pipi,

Lalu gemerlap aksesoris anting, kalung dan gelang dimana-mana..

Rambut yang hitam indah kita warnai, potong asimetris..

Lalu diberi pengeras rambut, tambal sulam..

 

 

Mungkin terlihat cantik sepertinya..

Tapi bolehkah dia bercerita, itu bukan dirinya..

Dirinya yang tumbuh cantik alami senormalnya anak lainnya..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s