Teknik Negosiasi – Gaya Bermutasi Negosiasi & Alat Pembayaran


Dalam kegiatan negosiasi akan banyak dijumpai berbagai pertimbangan berbagai perbedaan besar dari lawan dari negosasi kita.

Bila ditinjau dari gaya permutasi, tipe-tipe negosiasi terbagi atas :
1. Kooperatif (menang-menang)
2. Kompetitif (menang-kalah)
3. Kompetitif (kalah-menang)
4. Pertempuran
5. Buntu

Hal tersebut dapat dibagi menjadi beberapa kuadran yakni :

Kuadran I (Kolaborasi)
– 
Tujuan dari masing-masing pihak adalah untuk mengatasi konflik dengan 

   penyelesaian melalui konsesus.
– Proses dari negosiasi ini memakan waktu karena mengakomodasi kedua
   kepentingan.

Kuadran II (Persaingan)
– Salah satu pihak ada yang menang, sementara pihak yang lain kalah.
– Dalam hal ini pemenang menggunakan keahlian dan pengaruh.
– Pihak yang kalah lebih mempersiapkan diri di pertempura berikutnya.
– Keahlian yang perlu dipersiapkan dalam negosiasi yaitu materi.

Kuadran III (Mengakomodasi)
– Berada dalam posisi mengalah/mengakomodasi kepentingan pihak lain.
– Digunakan untuk menghindari kesulitan untuk menguragi tingkat ketegngan
   akibat konflik.

Kuadran IV (Menghindari Konflik)
– Cara mengatasi konflik dengan menghindari konflik.
– Bisa berarti kedua belah pihak tidak sepakat untuk menyelesaikan konflik /
   tidak menemukan kesepakatan untuk menagatasi konflik tersebut.

Alat Pembayaran dalam Negosiasi
Dalam negosiasi, keterampilan berpikir lateral bermanfaat untuk menemukan konsesi yang dianggap sangat berharga oleh pihak lain & dianggap kecil bagi anda.

Proses berpikir ini disebut Pencarian Variabel dan variabel ini dapat dijadikan alat pembayaran.

Misalnya dalam kasus negosiasi pembelian alat elektronik berupa kulkas dimana dalam proses tawar menawarnya, si pembeli tidak hanya berpatokan dalam hal tawaran harga, dimana si pembeli ingin mendapatkan harga serendah-rendahnya dan si penjual juga tentu ingin menjual dengan keuntungan yang tinggi baginya.

Dalam situasi dimana belum ditemukannya titik temu antara kedua belah pihak, si pembeli dan penjual dapat memikirkan alternatif lain untuk mencapai konsesi yakni dengan cara mengalihkan konsentrasi harga menjadi jaminan/garansi produk. 

Saat harga awal Rp.1.000.000,- Pembeli meminta potongan harga hingga sampai Rp.500.000,-, dan potongan harga yang dapat diberikan oleh penjual hanya sampai Rp.800.000,-
Apabila pembeli belum setuju, dapat mengalihkannya dengan pengecualian diperolehnya tambahan garansi mesin selama 2 tahun.
Penjual dapat menyetujuinya karena hal tersebut dianggap tidak terlalu berharga bagi dia karena kemungkinan mesin untuk rusak saat sudah lewat 3 tahun namun akan berharga bagi si pembeli dengan adanya jaminan garansi.
Hal itulah yang disebut alat pembayaran yang tidak hanya berupa uang, namun juga dapat berupa diskon harga ataupun garansi produk.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s