Dimana Potensiku Cenderung Bertaut


Ini merupakan kegelisahan dan kumpulan pertanyaan dalam diri sendiri.
Aku tahu dan sangat sadar aku mudah menjadi cemburu dan iri melihat kelebihan dan prestasi juga karya yang diukir oleh orang lain terutama orang-orang di sekitarku, teman-teman di lingkunganku.

Aku sering bertanya dan kagum dalam hati kepada mereka..
“Wah hebat sekali prestasinya, wah andai aku bisa berkarya seperti dia, wah menyenangkannya tau dimana passion dalam diri..”

Aku kagum, aku takjub, namun aku juga cemburu hati..
Ingin rasanya menemukan dimana sebenarnya bakat ini condong bertaut..
Aku yakin setiap orang telah dianugerahi kelebihan dan kekurangan masing-masing..
Itu mutlak anugerah yang diberikan oleh Allah SWT.

Aku sangat sadar sekali dimana kekuranganku, ada cukup banyak kekuragan yang aku memiliki..
Namun aku tidak cukup peka dan pandai merasa dan melihat dimana sebenarnya passionku, hasrat jiwaku untuk berkarya, dimana minat terbesarku selama ini..

Ini yang menjadi masalahku selama ini, ketidakpekaanku memang sangat bermasalah bagiku..
Lihat saja, masa kecilku tidaklah menarik untuk diingat-ingat apa yang menjadi minatku dulu..

Masa SD saat anak kecil lainnya punya imajinasi seperti apa kelak cita-citanya, aku sendiri tidak tahu dan tidak terpintas sama sekali, aku hanya mengikuti alur yang ada, ketika banyak yang ingin jadi guru atau dokter akupun hanya mengiyakan..


Bila diingat lagi, hal yang sering aku lakukan adalah mencoret-coret dinding rumah dengan gambaran dari pensil sewaktu kecil, tapi aku sendiri tidak ingat pernah melakukannya. Yang kulihat hanya saksi bisu dinding yang penuh coretan kusut di belakang kursi sofa rumah lamaku.

Pernah aku melihat arsip surat-surat penting seperti kumpulan ijazah, sertifikat dan lain sebagainya, aku melihat ada selembar piagam penghargaan sebagai peserta lomba mewarnai tingkat TK atas namaku, tapi aku sama sekali tidak ingat kenangangan itu..


Oke, baik mungkin aku punya minat lebih dengan seni rupa, aku suka menggambar, atau lebih tepatnya meniru objek yang ada, kulukis semirip mungkin, hal itu berlanjut sampai aku SMA karena mata pelajaran disana menyisakan Seni Rupa sebagai mata pelajaran.

Mungkin hasil gambarku tidak terlalu buruk, namun tidak juga terlalu baik. Setidaknya tidak pernah mendapat nilai dibawah 7. Cukup memuaskan hatiku.
Namun bila dilihat dengan teman-teman sebayaku yang mahir menggambar, mereka jauh jauh lebih baik dariku, hasil coretan gambarnya punya ciri khas tersendiri, terutama yang terpenting adalah mereka kreatif dan itu tidak ada padaku..
Ya aku tidak kreatif, aku tidak cukup baik untuk bisa menggambar, walaupun aku mampu..


Merenung kembali, baik aku memang orang yang introvert dan jelas itu menjadi masalah tersendiri bagiku dalam pergaulan. Selama pendidikanku bisa terhitung hanya beberapa teman dekat saja yang aku punya. Semakin hari semakin tidak baik bagiku, karena aku sadar aku makin kaku dengan teman-teman laki-laki selama sekolah. Cukup bisa dihitung jari berapa teman laki-laki yang bisa aku anggap benar-benar nyaman bagiku..


Saat SMA aku rasa aku punya kelebihan dalam mata pelajaran Akuntansi karena nilaiku cukup menonjol di kelas, walaupun sebenarnya aku tidak menyukai Matematika/Eksakta namun Akuntansi masih bisa aku tolerir..

Sampai aku berpikir mungkin ini minatku, kalau aku kuliah nanti jurusan yang aku ambil adalah Akuntansi.. 

Namun itu tidak cukup menjadi alasan bagiku untuk yakin..
Kesempatan lomba Akuntansi yang diberikan guruku pupus begitu saja..
Ternyata ada yang  jauh jauh lebih baik dan mahir dalam Akuntansi dibanding aku, dan dia berhasil membawa piala untuk sekolah atas prestasinya itu..
Aku kecewa untuk kedua kalinya..


Baik, mungkin aku menonjol di bidang ekstrakurikuler..

Ekstrakurikuler yang aku geluti semasa SMA adalah PMR dan ROHIS..
Cukup aktif di PMR walaupun tidak ikut dari awal saat SMP..
Beberapa kesempatan lomba diberikan kepadaku..
Lomba Perawatan Kelurga (PK) yang aku tempuh, mungkin ada sekitar 3 lomba yang aku geluti dan semuanya tidak ada yang juara..
Sedangkan tim sekolahku berhasil meraih juara umum dan tim PK ku tidak mengukir apa-apa..

Menyedihkan.. baik aku memang tidak berbakat dalam lomba PMR..
Yang dapat aku banggakan hanya pernah berpartisipasi dalam kegiatan lomba PMR skala nasional dimana aku menjadi satgas panitia di sekolahku..


Bila diingat-ingat, prestasiku yang ada hanya pernah mengecap juara kelas 4 saat kelas 5 SD dan juara kelas 1 saat kelas 6 SD, SMP aku tidak menonjol sama sekali, SMA aku baru bisa menyeimbangi saat penjurusan IPS, saat itu aku bisa mendapat juara 2 di kelas saat kelas 2 SMA dan saat itu teman sebangkuku mendapat juara 3 umum dan nilaiku hanya selisih satu darinya, kemudian peringkat 4 umum untuk seluruh kelas IPS disekolahku.


Saat kuliah, aku tidak menonjol sama sekali, bergabung dengan kelas program beasiswa aku makin tenggelam dengan kelebihan temen-teman sekelasku sendiri. 

Hal yang masih aku syukuri karena nilai IP ku saat semester 1 tidak terlalu buruk 3,86.


Aku menglami kendala sosialisasi, aku tidak bisa menyuarakan pendapatku secara mudah dan jelas, bibirku lebih banyak kelu saat diskusi di kelas..

Ya sekarang bertambah lagi kekurangan yang aku temui, aku tidak bisa public speaking..
Itu bermasalah bagiku karena program beasiswa yang aku tempuh mengharuskan kedepannya aku mampu bersosialisasi dengan khalayak banyak, aku harus mampu menjadi konsultan dan penyuluh  lapangan bagi IKM di daerahku.. sedangkan aku introvert..


Satu hal yang bisa aku syukuri adalah aku tahu dimana impianku untuk melanjutkan studi kelak, ya aku jatuh cinta pada Jerman, dan ingin sekali bersekolah disana..

Meskipun aku sadar dan ciut karena disana memang spesialisasi untuk teknologi dan kedokteran, sedangkan itu sama sekali bukan minatku..


Yang aku tahu aku sekarang masih mencoba belajar bahasa Jerman dengan otodidak, dan memperbaiki lagi kemampuan bahasa Inggrisku yang pas-pasan..

Ya aku butuh teman bicara untuk latihan brbicara bahasa Inggris, walaupun dengan cara nekat dan terbata-bata..


Hal lain yang aku sadari aku hanya sangat memerhatikan akan kondisi lingkungan, dan memiliki ketertarikan sebagai relawan (volunteer).. 

Beberapa kegiatan relawan telah aku coba dengan teman-teman..
Tapi lagi-lagi aku belum bisa menyelaminya lebih dalam karena kendalaku yakni introvert dan aku kesulitan untuk menyuarakan pemikiranku dengan baik..
Disamping itu aku juga tidak terlalu baik dalam menulis..


Aku harap dengan banyaknya kesempatanku untuk mencoba hal-hal baru nantinya, aku akan menemukan dimana sebenarnya letak passionku..

Dimana sebenarnya aku bisa berkarya dan berprestasi..

Ya Allah, mohon mudahkan, bimbing aku menemukannya..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s