Dunia Bawah Laut Pulau Bule, Lampung


Bertemu ikan badut alias si ikan Nemo saat menyelam, bisa menjadi kenangan terindah. Di alam bawah laut Pulau Bule, Lampung, Anda bisa berjumpa dengan ikan mungil nan lucu ini.

Pulau Bule, bukan berarti banyak bule yang datang ke pulau ini. Justru pulau di Provinsi Lampung ini belum banyak dikunjungi oleh wisatawan.

Si mungil yang sedang bermain-main dirumahnya yang cantik

Pulau yang juga dikenal dengan nama Pulau Condong dan Pualu Kelagian ini juga memiliki alam bawah laut yang masih sangat terjaga kealamiannya. Ya, pulau ini memang berada tepat di Pantai Pasir Putih dekat dengan PLTU Tarahan, Lampung.

Hanya memnempuh perjalanan sekitar 1 jam saja, saya sudah bisa menginjakkan kaki di pulau cantik dan bersih ini. Melihat air laut yang jernih, rasanya tidak sabar untuk langsung menceburkan diri ke laut untuk diving.

Untung bagi saya, setelah lama tidak ber-diving ria, akhirnya bisa bertemu lagi dengan kawan-kawan pecinta snorkeling di Lampung. Tak urung, hampir setiap minggu kami mencoba spot-spot diving menarik di Lampung.

Dua minggu kemarin akhirnya kami bisa snorkeling di perairan Pulau Bule. Pulau yang berada di depan Desa Ketapang sebelum Pantai Klara. Dengan menggunakan perahu sewaan, sebelumnya kami menyurvei beberapa spot yang menakjubkan.

Akhirnya, ada satu spot menarik yang disebut Batu Mandi. Batu Mandi terletak tidak jauh dari Pulau Bule. Dari jauh memang hanya terlihat 2-4 onggok batu karang yang timbul di atas permukaan air. Tapi, begitu sampai dan melihat ke bawah perahu, keindahan bawah lautnya sangat terlihat jelas.

Setelah dari Batu Mandi, kami pun menuju spot di Pulau Kelagian Kecil. Di pulau ini kita bisa beristirahat, makan siang di bawah pepohonan, sambil memandang ke pasir putih yang agak menjorok ke lautan.

Di dua spot ini dengan berbekal kamera pinjaman seorang kawan, saya berhasil merekam beberapa biota laut yang cantik dan lucu. Salah satunya yang sangat menarik adalah beberapa ikan badut (clownfish) alias Si Nemo yang ada di sini.

Warna orange cerah membuat ikan imut ini terlihat sangat menggemaskan. Ada yang bergaris putih di punggungnya ataupun bewarna merah yang dikenal dengan nama Fire Clownfish. Uniknya, ada satu jenis Clownfish yang bewarna biru putih. Namun, sayang dia tidak sempat saya rekam.

Mengitari habitat aslinya yang berupa terumbu karang, si imut ini seolah-olah mengajak para diver untuk bermain petak umpat. Tak jarang, mereka pun berani mendekatkan diri ke penyelam. Ya, kesempatan bagus untuk memotret tubuh mungil si Nemo.

FIre Clownfish, seolah-olah mengajak kita bermain petak umpat

Gerakan badannya pun sanagat menggoda saya untuk memiliki salah satunya. Namun, kami para diver harus menjaga kelestarian biota laut yang ada.

Jenisnya yang beragam, menjadikan lambung salah satu daerah yang mengembangkan Clownfish. Pengembangan budi daya Clownfish ada di Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut yang bertempat di Kecamatan Hanura, Kabupaten Pesawaran.

Hanya mempunyai satu hari di akhir pekan tidak menjadi masalah untuk saya menghabiskan waktu di laut. Berangkat saat pagi hari dan kita sudah bisa pulang sebelum pukul 18.00 WIB. Pulau Bule, pulau indah yang memberikanku kepuasan batin diving kali ini.

Tampak mungilnya di antara anemon dan ikan yang lebih besar

Saya pun berharap, seringnya kita datang ke pulau-pulau kecil, kegiatan pengeboman ikan bisa hilang, khususnya di perairan Teluk Lampung ini. Hala ini, guna menjaga terumbu karang dan mahluk-mahluk lain bisa tetap lestari dan bisa dinikmati oleh anak cucu kita.

(travel.detik.com)

Iklan

Satu pemikiran pada “Dunia Bawah Laut Pulau Bule, Lampung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s